Kesehatan Mulut dan Gigi

Lebih dari 75% penderita sakit gigi yang datang ke poliklinik gigi di RSUD Kota Bogor telah mengalami kerusakan gigi. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Kesehatan gigi dan kebersihan mulut perlu diperhatikan karena gigi dan gusi merupakan bagian tubuh penting yang pertama kali berfungsi untuk menghancurkan dan menghaluskan makanan sebelum masuk ke dalam proses pencernaan.

Gigi memiliki beberapa bagian yaitu mahkota gigi yaitu bagian gigi yang tampak diatas permukaan gusi, leher gigi yaitu bagian gigi yang terletak antara makhota dan akar gigi, dan akar gigi yaitu bagian gigi yang tertanan di dalam tulang. Gigi tersusun dari lapisan-lapisan yang terdiri dari email, dentin, rongga pulpa. Email gigi merupakan bagian terkeras dari sebuah gigi, email gigi merupakan lapisan terluar yang menutupi mahkota gigi, fungsinya adalah untuk melindungi gigi terhadap rangsangan dari luar seperti panas, dingin, asam, dan manis. Dentin merupakan lapisan dibawah email gigi yang berwarna kuning muda. Dentin tidak sekeras email, jika dentin terbuka maka akan terasa linu bila terkena rangsangan. Pulpa gigi berisi pembuluh darah yang berguna sebagai pemasok makanan untuk gigi dan serabut saraf yang sensitif terhadap rangsangan mekanis, termis, maupun kimia. Oleh sebab itu, jika pulpa terbuka makan gigi akan terasa nyeri yang berdenyut.

Gigi yang sehat berarti bersih dan tidak ada sisa makanan, gusi berwarna merah muda, gusi tidak sakit dan tidak berdarah ketika menyikat gigi atau flossing (membersihkan gigi dengan benang gigi dental floss). Pengontrolan pada gigi sebaiknya dilakukan setiap enam bulan baik dengan adanya keluhan maupun tidak.

Penyebab utama gigi berlubang adalah adanya bakteri dan plak pada gigi. Secara alami mulut kita mengandung berbagai jenis bakteri yang biasanya berkembang melalui makanan dan minuman yang mengandung zat tertentu seperti gula. Ketika kandungan zat tersebut tidak dibersihkan dari gigi maka bakteri akan cepat menyerang gula danmemproduksi asam. Bakteri tersebut akan membentuk plak. Kandungan zat asam yang terdapat pada plak dapat menghilang mineral gigi atau email gigi. Jika berlangsung dalam waktu lama, hal tersebut dapat memicu terjadinya gigi berlubang.

Karies gigi dibagi menjadi tiga jenis yaitu karies gigi yang hanya mengenai lapisan gigi terluar, karies gigi yang sudah mencapai lapisan dentin, dan karies gigi yang sudah mencapai atau mengenai jaringan pulpa.

Tindakan perawatan yang dilakukan oleh dokter gigi pada karies gigi berbeda-beda tergantung jenisnya. Karies gigi yang hanya mengenai lapisan terluar dan dentin dapat  dilakukan pembersihan gigi dan penambalan dan pada kunjungan ke dokter gigi. Karies gigi yang sudah mencapai jaringan pulpa, dengan ciri-ciri sakit gigi terjadi secara spontan, maka sebelum dilakukan penambalan dilakukan terlebih dahulu perawatan saluran akar gigi (sterilisasi atau pembersihan khusus). Pada karies gigi yang sudah melebihi rongga pulpa, artinya gigi sudah rapuh dan rusak, maka perlu dilakukan pencabutan gigi.

Untuk menjaga gigi bersih dan mulut tetap sehat, terdapat beberapa tips merawat gigi yang dapat dilakukan yaitu menggosok gigi dengan pasta gigi berfluoride dua kali sehari setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam, berkumur dengan obat kumur yang dianjurkan dokter gigi minimal seminggu sekali untuk membantu mencegah terjadinya plak dan karang gigi, sikat gigi dengan baik dan benar yaitu menjangkaukan sikat gigi berbulu sikat lembut ke seluruh permukaan gigi dengan arah dari gusi ke gigi, kurangi konsumsi makanan yang memiliki kandungan gula tinggi seperti permen, cake, makanan bertepung banyak, berhenti merokok, berhenti meminum minuman berakohol, batasi meminum kopi dan teh untuk menghindari terjadinya pewarnaan ekstrinsik pada gigi, konsumsi buah dan sayur, dan lakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali walaupun tidak terdapat keluhan. Gigi dan mulut bersih sehat, senyum indah cemerlang.

drg. Amalia Lystiana Dewi, MMRS

Posted by dr. Risca Nosita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − five =

Oral and Dental Health

Lebih dari 75% penderita sakit gigi yang datang ke poliklinik gigi di RSUD Kota Bogor telah mengalami kerusakan gigi. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Kesehatan gigi dan kebersihan mulut perlu diperhatikan karena gigi dan gusi merupakan bagian tubuh penting yang pertama kali berfungsi untuk menghancurkan dan menghaluskan makanan sebelum masuk ke dalam proses pencernaan.

Gigi memiliki beberapa bagian yaitu mahkota gigi yaitu bagian gigi yang tampak diatas permukaan gusi, leher gigi yaitu bagian gigi yang terletak antara makhota dan akar gigi, dan akar gigi yaitu bagian gigi yang tertanan di dalam tulang. Gigi tersusun dari lapisan-lapisan yang terdiri dari email, dentin, rongga pulpa. Email gigi merupakan bagian terkeras dari sebuah gigi, email gigi merupakan lapisan terluar yang menutupi mahkota gigi, fungsinya adalah untuk melindungi gigi terhadap rangsangan dari luar seperti panas, dingin, asam, dan manis. Dentin merupakan lapisan dibawah email gigi yang berwarna kuning muda. Dentin tidak sekeras email, jika dentin terbuka maka akan terasa linu bila terkena rangsangan. Pulpa gigi berisi pembuluh darah yang berguna sebagai pemasok makanan untuk gigi dan serabut saraf yang sensitif terhadap rangsangan mekanis, termis, maupun kimia. Oleh sebab itu, jika pulpa terbuka makan gigi akan terasa nyeri yang berdenyut.

Gigi yang sehat berarti bersih dan tidak ada sisa makanan, gusi berwarna merah muda, gusi tidak sakit dan tidak berdarah ketika menyikat gigi atau flossing (membersihkan gigi dengan benang gigi dental floss). Pengontrolan pada gigi sebaiknya dilakukan setiap enam bulan baik dengan adanya keluhan maupun tidak.

Penyebab utama gigi berlubang adalah adanya bakteri dan plak pada gigi. Secara alami mulut kita mengandung berbagai jenis bakteri yang biasanya berkembang melalui makanan dan minuman yang mengandung zat tertentu seperti gula. Ketika kandungan zat tersebut tidak dibersihkan dari gigi maka bakteri akan cepat menyerang gula danmemproduksi asam. Bakteri tersebut akan membentuk plak. Kandungan zat asam yang terdapat pada plak dapat menghilang mineral gigi atau email gigi. Jika berlangsung dalam waktu lama, hal tersebut dapat memicu terjadinya gigi berlubang.

Karies gigi dibagi menjadi tiga jenis yaitu karies gigi yang hanya mengenai lapisan gigi terluar, karies gigi yang sudah mencapai lapisan dentin, dan karies gigi yang sudah mencapai atau mengenai jaringan pulpa.

Tindakan perawatan yang dilakukan oleh dokter gigi pada karies gigi berbeda-beda tergantung jenisnya. Karies gigi yang hanya mengenai lapisan terluar dan dentin dapat  dilakukan pembersihan gigi dan penambalan dan pada kunjungan ke dokter gigi. Karies gigi yang sudah mencapai jaringan pulpa, dengan ciri-ciri sakit gigi terjadi secara spontan, maka sebelum dilakukan penambalan dilakukan terlebih dahulu perawatan saluran akar gigi (sterilisasi atau pembersihan khusus). Pada karies gigi yang sudah melebihi rongga pulpa, artinya gigi sudah rapuh dan rusak, maka perlu dilakukan pencabutan gigi.

Untuk menjaga gigi bersih dan mulut tetap sehat, terdapat beberapa tips merawat gigi yang dapat dilakukan yaitu menggosok gigi dengan pasta gigi berfluoride dua kali sehari setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam, berkumur dengan obat kumur yang dianjurkan dokter gigi minimal seminggu sekali untuk membantu mencegah terjadinya plak dan karang gigi, sikat gigi dengan baik dan benar yaitu menjangkaukan sikat gigi berbulu sikat lembut ke seluruh permukaan gigi dengan arah dari gusi ke gigi, kurangi konsumsi makanan yang memiliki kandungan gula tinggi seperti permen, cake, makanan bertepung banyak, berhenti merokok, berhenti meminum minuman berakohol, batasi meminum kopi dan teh untuk menghindari terjadinya pewarnaan ekstrinsik pada gigi, konsumsi buah dan sayur, dan lakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali walaupun tidak terdapat keluhan. Gigi dan mulut bersih sehat, senyum indah cemerlang.

drg. Amalia Lystiana Dewi, MMRS

Posted by dr. Risca Nosita