RSUD Kota Bogor pada tanggal 8 Oktober 2018 menerima kunjungan tamu dari Tim Penilai RSSIB (Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi) Propinsi Jawa Barat sebanyak 5 orang yaitu Dr. Fiva A Kali, SpOG, Dr. Dini Pusianawati, SpA dokter dari Rumah Sakit Hasan Sadikit serta Lina Chaliastina, Dwi Sutariyani, Herti S dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Rombongan tamu diterima oleh Direktur RSUD Kota Bogor dr. Dewi Basmala, MARS dan pejabat struktural.

Adapun penilaian mengenai program RSSIB terkait dengan:

  1. Ada kebijakan tertulis tentang manajemen yang mendukung pelayanan kesehatan ibu dan   bayi termasuk Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif dan indikasi yang  tepat untuk pemberian susu formula serta Perawatan Metode Kangguru (PMK) untuk bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
  2. Menyelenggarakan  pelayanan antenatal termasuk konseling kesehatan maternal dan neonatal, serta konseling pemberian ASI.
  3. Menyelenggarakan persalinan bersih dan aman serta penanganan pada bayi baru lahir     dengan Inisiasi Menyusu Dini dan kontak kulit ibu-bayi.
  4. Menyelenggarakan  Pelayanan  Obstetrik  dan  Neonatal  Emergensi  Komprehensif     (PONEK) selama 24 jam sesuai dengan standar minimal berdasarkan tipe RS masing- masing.
  5. Menyelenggarakan pelayanan adekuat untuk nifas, rawat gabung termasuk membantu ibu    menyusui yang benar, termasuk mengajarkan ibu cara memerah ASI bagi bayi yang tidak dapat menyusu langsung dari ibu dan tidak memberikan ASI perah melalui botol serta pelayanan neonatus sakit
  6. Menyelenggarakan pelayanan rujukan dua arah dan membina jejaring rujukan pelayanan     ibu dan bayi dengan sarana kesehatan lain.
  7. Menyelenggarakan pelayanan imunisasi bayi dan tumbuh kembang
  8. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan keluarga berencana termasuk pencegahan dan penanganan kehamilan yang tidak diinginkan serta kesehatan reproduksi lainnya.
  9. Menyelenggarakan Audit Maternal dan Perinatal rumah sakit secara periodik dan tindak lanjut
  10. Memberdayakan Kelompok pendukung ASI dalam menindaklanjuti pemberian  ASI eksklusif dan PMK.

Tim penilai menilai point-point terkait kelengkapan yang dipersyaratkan seperti administrasi, prosedur, dan kebijakan-kebijakan terkait pelayanan ibu dan bayi, selanjutnya tim penilai melakukan wawancara langsung dengan perawat dan dokter yang bertanggung jawab di ruang rawat kebidanan pasien dan pasien yang dirawat diruang kebidanan, serta wawancara dengan pelaksana keperawatan di Rumah Sakit.

Selain menilai terkait kelengkapan, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lapangan oleh tim penilai dengan mengunjungi ruang-ruang perawatan seperti poliklinik b (poliklinik anak dan poliklinik kebidanan, ruang lavender, ruang vk, ruang perawatan bayi (perinatologi), dan ruang instalasi gawat darurat (IGD) Ponek.

Dalam pemaparan singkat, dr. Dewi Basmala, MARS menyampaikan bahwa “penilaian ini bukan untuk menjadi juara, namun menjadi acuan peningkatan pelayanan RSUD Kota Bogor dalam mengikuti program pemerintah untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Tuturnya.